Saturday, 1 December 2012

Digitec tuning geser, auto search tidak bisa

Digitec tuning geser, auto search tidak bisa

TV digitec jadul, dengan IC program PCA84C440 dan osilator/chroma TDA4505E. Gejala kerusakan untuk auto search tidak bisa berhenti. Waktu pindah cannel, gambar tampil normal tapi hanya sebentar (gak sampai 5 detik) kemudian gambar mletot-mletot karena tuning bergeser.

Dugaan kerusakan komponen pada jalur AFT OUT dari pin 18 TDA4505E menuju pin 9 AFT IN micom PCA84C440, lihat skema.



Coba transistor T703 saya ganti, tetap aja. Baru setelah trimport RT701 bernilai 4,7K diganti, penyakit sembuh total.

Demikian ...., semoga bermanfaat.

21 Desember 2011

TV china OSD geser ke kanan

Kali ini ada pasien TV china 20" merek BLUESI (tertulis di box TVnya). Gejala kerusakan OSD bergetar dan bergeser ke kanan sekitar 4cm. TV menggunakan IC program LC863324A 55L1 dan chroma LA76818A.

Melihat gejalanya, dugaan awal kerusakan ada pada jalur Horisontal synkron. Yaitu dari AFC/heater FBT melewati Resistor lalu ke Basis Transistor, dan kolektor menuju pin H-sync (atau pin 18) ic program LC863324A (lihat gambar skema supaya lebih jelas).

Langsung saja saya keluarkan jurus pertama, ganti TR V705 2SC1815, namun tak mempan sama sekali. Pada PCB terdapat sedikit keanehan (menurut saya), R733 1K tidak terpasang dari "sononya" meski sebenarnya tempat duduknya sudah ada. Jurus keduapun keluar, saya coba pasang R733 1K. Lho!!!, OSD malah gak mau nongol, akhirnya R733 saya lepas kembali.

Jurus ketiga terpaksa keluar, saya coba R732 saya kecilkan nilainya bahkan sampai 15K, tetap saja lawan tidak bergeming. Akhirnya saya keluarkan jurus keempat, saya lepas C712, terpasang bernilai 18pF. C712 ini pada skema bernilai 10pF, coba saya pasang C712 10pF mengikuti skema, wah.. wah tetap aja gak ada pengaruhnya.

Akhirnya C712 yang bernilai 18pF tadi saya coba ukur dengan capacitance meter, terbaca hanya 15pF. Mungkin ini yang jadi pokok masalah. Saya cari kapasitor 18pF dari mesin-mesin bekas, setelah ketemu saya cek dulu nilainya dengan C-meter, ok. Saya pasang dan langsung dicoba, OSD sudah gak geser lagi, sudah normal. Pekerjaan pun selesai.

17 November 2011

TV changhong no OSD (display tidak keluar)

TV changhong ini sebelumnya gejalanya OSD kadang muncul kadang tidak, kalau muncul disertai dengan OSD bergetar. Akhirnya tidak mau muncul sama sekali OSDnya. Data teknis TV yaitu IC micom TMP87PS38N, IC chroma TB1238N, dan FBT BSC65A.

Sebelum ke TKP, kulihat dulu skema changhong 21bm50 yang kebetulan memakai IC micom dan chroma yang sama. Didapat data-data yang berkaitan dengan munculnya OSD.
IC micom TMP87PS38N, yaitu
pin 26 = horisontal sinkron, jalur input AFC dari FBT.
pin 27 = vertikal sinkron, jalur input dari IC vertikal
pin 28 dan 29 = osilator OSD
pin 25 = Y/fast blanking, sinyal switch osd ke IC chroma.

TV saya nyalakan, pengukuran pada pin 26 didapat 3,4 volt, pin 27 = 4,2 volt. Dari situ kusimpulkan sinyal horisontal dan vertikal tidak ada masalah. Sebelumnya sempat curiga bahwa sinyal horisontal kurang besar, saya coba Resistor 120 K yang menjadi penghubung antara kaki FBT menuju pin Horisontal sinkron, saya ganti dengan nilai yang lebih kecil 82 kilo ohm. Hasilnya tetap aja OSD gak mau keluar, saya ukur pada pin 26 tegangan jadi naik menjadi 4,3 volt. Akhirnya resistor saya kembalikan seperti semula.

Coba-coba saya solder ulang pada kaki-kaki osilator osd, dan pin 22-pin29 dari ic micom, tetap aja tidak ada hasilnya. Akhirnya sambil istirahat coba-coba buka internet. Browsing ke beteve.com lihat-lihat servis log, didapat data adanya kerusakan pada OSD osilator, yaitu capasitor pada OSD osilator sedikit konslet dengan pin ground. Dan solusinya pin ground dari osilator cukup di open.

Setelah dapat pencerahan dan jurus baru, langsung saja saya praktekkan. Dengan sebelumnya "trial and error" akhirnya OSD berhasil muncul juga. Berikut gambar hasil akhirnya:


Tidak lupa terima kasih pada beteve.com dan algadut.blogspot.com atas informasinya.

17 Juni 2011

Tegangan tinggi FBT over (tidak normal)

Tegangan tinggi dari FBT bila keluar tegangan di atas normal (over), dapat menyebabkan keluarnya percikan/kebocoran pada kop karet yang terpasang pada CRT, meski kop karet masih baru dan sudah rapat. Over tegangan tinggi FBT ini juga dapat diperiksa dengan mendekatkan kertas pada kabel tegangan tinggi, akan keluar semburan listrik dari kabel ke kertas (padahal kondisi kabel bagus).

Penyebab tegangan tinggi FBT yang berlebihan, dapat disebabkan oleh beberapa hal:
>> Tegangan B+ menuju FBT naik
>> Pada rangkaian yang ada boost up, elko boost up bocor/rusak.
>> Capasitor damper menurun, solderan kurang kuat.
>> Kerusakan bagian osilator sehingga frekwensi horisontal tidak tepat/bergeser (untuk PAL 15.625 Hz).
>> Defleksi yoke rusak
>> FBT rusak

Penyebab lainnya, yang pernah saya temukan, yaitu :
>> Solderan kabel ke defleksi horisontal berkarat, solderan kurang kuat.
>> Kerusakan elko pada jalur dari output defleksi horisontal (lihat gambar).


Semoga bermanfaat.

10 Mei 2011

Kerusakan regulator polytron/digitec dengan TDA8380 dan BUT11AF

Kebanyakan teknisi (yang masih pemula) mengalami kesulitan untuk memperbaiki kerusakan bagian regulator pada TV polytron/digitec yang menggunakan IC TDA8380. Biasanya ambil jalan pintas dengan memakai power supply serbaguna. Untuk itu, saya mau sharing pengalaman waktu memperbaiki regulator jenis ini.

TV merk Digitec dengan tipe DM2076, dengan keluhan waktu TV dinyalakan listrik langsung putus/trip pada MCBnya. Langsung aja box saya buka, dan saya coba untuk menyalakan, langsung muncul percikan listrik pada bagian regulator, segera saya matikan TVnya.

Saya periksa kaki-kaki pada transistor BUT11AF, menunjukkan short. Segera saya lepas transistor tersebut dan saya periksa memang short. Kemudian saya periksa komponen lain yang rawan rusak yaitu dioda. Ditemukan dioda zener D509 kondisi short. Wah wah, berapa volt ini? Sempat bingung juga. Coba buka-buka arsip skema, ketemu skema tv polytron yang menggunakan IC TDA8380. Pada skema dioda zener bernilai 5 volt. Setelah dioda zener D509 dan transistor saya pasang, coba saya tes, tetap aja regulator belum bekerja.

Kemudian saya ukur pin 5 (VCC) pada IC TDA8380 menunjukkan 0 volt, padahal dari datasheet seharusnya minimal 14 volt pada kondisi normal. Tegangan start pada pin 5 ini diambil dari 300 volt melalui resistor R502 68K. Saya lepas salah satu kaki R502 lalu saya ukur resistansi masih normal. Akhirnya kecurigaan kerusakan pada IC TDA8380, segera saya lepas dan diganti dengan IC baru.

Saya tes dengan harap sudah berhasil, tapi lha dalah belum bekerja juga regulatornya. Saya periksa tegangan pada pin 5 IC TDA 8380 sudah ada sekitar 15 volt. Wah mana lagi yang rusak?? Kemudian saya lacak dari pin 1 ke basis transistor BUT11AF. Pin 1 ini mengeluarkan sinyal yang men-drive basis transistor BUT11AF. Dari pin 1 melewati R513 3,3 ohm lalu R515 1K lalu ke basis TR BUT11AF. Dua resistor tersebut saya periksa, ternyata R513 yang seharusnya 3,3 ohm ditemukan putus. Segera saya ganti resistor tersebut dan saya tes, akhirnya berhasil juga, regulator bekerja dengan normal.

Berikut gambar skema regulator beserta lokasi komponen yang rusak.


Semoga bermanfaat.

18 April 2011

Cara mengetahui pin out sensor remote

Sensor remote yang beredar di pasaran sangat beragam, baik bentuk fisik maupun susunan pin outnya. Dan tiap produsen tidak memiliki standar yang sama dalam menetapkan susunan pin out dari sensor remote. Dan hal ini tentu saja menjadi pekerjaan tambahan bagi para teknisi untuk menentukan pin outnya.

Pin out pada sensor remote terdiri atas VCC (umumnya 5 volt), ground, dan IR (infra red). Dalam internal sensor remote, pin Vcc dengan IR terhubung dengan resistor 33 Kilo ohm. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.


Cara mengetahui pin out :
>> Dengan menggunakan avo digital set pada skala 100 k.ohm, cari pin yang memiliki resistansi sekitar 30 k.ohm. Misal pada pin 1 dan 3, berarti pin lainnya yaitu pin 2 adalah ground.
>> Set avo digital pada pengukuran dioda. Colokkan kabel merah ke ground (pin 2), kabel hitam ke pin lainnya dan catat hasil pengukurannya.
>> Misal, antara ground (pin 2) dengan pin 1 adalah 86, antara pin 2 dengan pin 3 adalah 75. Yang hasilnya lebih rendah yaitu pin 3 adalah VCC. Sedangkan lainnya pin 1 adalah IR.


Semoga bermanfaat.
(Edisi revisi 1 Juli 2011, trims pada Ivan Syafary atas koreksinya)

16 Januari 2011

Macam Antena TV

Antena penerima siaran TV, berdasarkan konstruksinya dibedakan sebagai berikut:
1. Antena Yagi
2. Antena periode logaritmis
3. Antena Lup

Berdasarkan frekwensi gelombang yang diterima, adalah:
1. Kanal VHF rendah
2. Kanal VHF tinggi
3. Kanal UHF

Antena Yagi

Bentuk ini paling populer, dan banyak digunakan. Karakteristiknya adalah:
>> makin banyak elemen maka sensitivitas dan pengarahan makin tajam
>> kurang mampu menghindari gelombang pengganggu yang datang dari arah lain
>> daerah yang penerimaan lemah atau banyak gedung tinggi maka perlu menggunakan banyak elemen untuk mendapat penerimaan yang baik

Antena Periode Logaritmis
>> sensitivitas sedikit lebih rendah dibanding antena yagi
>> kemampuan menolak gelombang pengganggu yang datang dari arah belakang sangat baik
>> dianjurkan pada daerah yang ada gelombang pengganggu yang datag dari arah berlawanan dengan arah pemancar TV


Antena Lup

>> elemen berbentuk cincin (prinsip sama seperti antena yagi)
>> sensitivitas dan pengarahan besar (sangat baik)
>> hanya sesuai untuk UHF, karena untuk VHF ukurannya menjadi terlalu besar

24 Agustus 2010

Membuat ESR METER

Pengertian ESR
Umumnya parameter yang dimiliki sebuah elko yang dipahami oleh teknisi adalah “tegangan kerja maksimum” dan “nilai kapasitansi”. Pada hal sebenarnya masih ada beberapa parameter lain misalnya adalah "temperature kerja maksimum" (85 atau 105 derajat C) dan "ESR" (Equivalent Series Resistance).
Kecuali bersifat kapasitip dalam prakteknya elko juga mempunyai karakteristik “resistip” yang disebabkan karena kombinasi resistansi kaki-kakinya, sambungan internal, plat dan elektrolit. Karakteristik resistip inilah yang membentuk ESR, karena kalau digambarkan maka seakan-akan seperti dipasang seri dengan kapasitansi elko tersebut.



• Idealnya ESR sebuah elko adalah nol, tetapi dalam praktek hal ini tidak mungkin.
• Elko tegangan tinggi cenderung mempunyai ESR yang lebih besar dibanding elko tegangan rendah
• Elko dengan nilai kecil cenderung mempunyai ESR lebih besar dibanding elko nilai besar.
• Elko 105 derajad (C) cenderung mempunyai ESR lebih besar dibanding elko 85 derajad (C).

ESR-meter
ESR meter adalah merupakan semacam ohm-meter yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya “resistansi” (ESR) dari elko. Bedanya jika ohm-meter menggunakan arus dc (arus searah) untuk menggerakkan meter, maka ESR meter menggunakan ac (arus bolak-balik) sekitar 200 mili volt dengan standard frekwensi 150Khz. ESR meter ada yang analog (penunjuk jarum) maupun yang digital.

Akibat bila elko memiliki ESR yang besar
• Elko dipasang pada filter power supply, akibatnya tegangan power supply akan drop

Kegunaan ESR Meter
• Melacak elko rusak dengan waktu lebih cepat karena tidak perlu melepas elko (in-circuit tester) satu persatu.
• Dapat digunakan untuk memeriksa kualitas elko baru maupun bekas. Hal ini tentu menguntungkan untuk memanfaat part bekas dari pcb eks ganti mesin.
• Dapat dipakai untuk memeriksa flyback yang short pada gulungan bagian primer (antara pin-B+ dengan pin-Kolektor), def yoke yang short, bagian primer tranfo power yang short.
• Untuk mengetahui apakah re-charable bateri masih baik, Re-chargeable bateri yang sudah rusak umumnya ESR-nya lebih besar jika dibanding yang masih baik.
• Untuk melacak jalur printed yang bocor/short
• Dengan membandingkan pada kapasitor yang masih baik, ESR-meter dapat dipakai untuk memeriksa kapasitor dengan nilai ribuan pf.

Keterbatasan ESR-Meter
• ESR meter tidak dapat untuk mengetahui elko bocor atau short. Untungnya jarang sekali terjadi kerusakan elko short.
• ESR meter hanya cocok untuk memeriksa elko dengan nilai mulai 0.47uF keatas.

Membuat ESR METER (analog)
Schematic ESR meter (analog) pada gambar di bawah ini (klik gambar untuk memperjelas):



Catatan :
1. IC TL062 dapat diganti dengan TL082 maupun TL084. Namun untuk TL084 pin VCC ada pada pin 4 dan ground pada pin 11.
2. T1 adalah ferite core dengan bentuk dobel E, luas penampang 22 mm persegi. Trafo ini dapat dibuat dari bekas-bekas trafo regulator maupun trafo yang lain asal terbuat dari bahan ferit dengan bentuk dobel E. Luas penampang ferit pada bagian koker (tempat gulungan kawat tembaga) bila luasnya lebih besar dari 22 mm persegi maka jumlah lilitan pada bagian primer dan sekunder dapat dikurangi sesuai perbandingan terbalik dengan luas penampang. Sebaliknya jika luasnya kurang dari 22 mm persegi maka jumlah lilitannya juga bertambah. Besar diameter kawat tidak penting, yang penting adalah perbandingan lilitan primer dan sekunder adalah 400 banding 20. Sebagai contoh yang saya buat sendiri, memiliki luas penampang ferit 100 mm persegi lalu saya buat lilitan primer 100 dan sekunder 5 lilitan.
3. Ampere meter analog 50uA dapat digantikan dengan ampere meter bekas dari AVO meter analog. Jadi hanya diambil bagian jarum meternya saja, sedangkan rangkaiannya dibuang.
4. R8 39K dapat diubah nilainya untuk mendapatkan skala meter yang baik (diharapkan pada pengukuran 5 ohm maka jarum meter kira-kira berada di tengah-tengah). Sebagai contoh karena ampere meter yang saya pakai skala 100uA maka R saya ganti dengan nilai 22K. Atau mungkin kita dapat mengganti R ini dengan trimport 100K sehingga memudahkan untuk mengaturnya. Hal ini tentunya disesuaikan dengan selera yang membuat.
5. Schematic di atas saya ambil dari http://ludens.cl/Electron/esr/esr.html dengan penambahan resistor 1M/0,5W, dua dioda IN 4004 dan kapasitor 0,47uF/400V. Penambahan ini sebagai pengaman apabila elco yang kita tes ternyata masih mengandung muatan listrik sehingga tidak merusak ESR-meter yang kita buat.

Kalibrasi
Setelah ESR meter sudah jadi, maka selanjutnya kita lakukan kalibrasi dengan tujuan mendapatkan skala meter yang benar.
1. Tempelkan kertas di atas skala ampere meter, dan tandai 0 ohm mengikuti skala aslinya.
2. Tempelkan probe satu dengan lainnya, lalu adjust R11 sehingga jarum meter tepat pada angka 0.
3. Siapkan resistor dari berbagai ukuran, mulai rentang 1 sampai 20 ohm (misal 2 ohm, 5 ohm, 10 ohm, 15 ohm, dan 20 ohm).
4. Hubungkan probe pada tiap resistor dan tandai pada kertas yang sudah dipasang berikut nilai ohm-nya.
5. Selanjutnya berdasarkan pembacaan sebelumnya kita sempurnakan skala meter dengan menandai pada 1 ohm, 2 ohm, 3 ohm, dst.



Selamat membuat, semoga bermanfaat.

18 Juni 2010

Data Pin Out IC

Mengetahui data-data pin out dari IC sangat membantu sekali dalam perbaikan TV. Apalagi bila pada PCBnya tidak tertera data pin outnya. Dengan mengetahui data pin out maka waktu servis menjadi lebih hemat, karena kita tidak perlu mencari jalur-jalurnya hanya untuk sekedar tahu mana pin VCC, pin In, Out, dll.

Berikut ini data-data pin out IC chroma, micom/program, vertikal driver, dan ic audio amplifier yang umumnya terpasang pada televisi. Sumber data saya ambilkan dari beberapa website dan dari data sheet. Data IC kurang lebih 80 buah IC.

silahkan download disini

Semoga bermanfaat bagi para teknisi servis tv, terutama bagi yang baru pemula.

16 Maret 2010

Cara Memperbaiki Remote Control

Remote control tidak berfungsi, jangan tergesa-gesa memvonis remote controlnya rusak. Coba selidiki dulu mungkin baterynya habis dan periksa kawat/peer untuk kontak batery mungkin berkarat, coba bersihkan dahulu.

Tes remote control dengan alat tester yang ada. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah remote control dapat berfungsi dengan baik, yaitu:
1. Cek dengan remote sensor. Kalau di toko alat ini harganya sekitar 25 ribu, tapi bila ingin buat sendiri secara sederhana paling hanya perlu 5 ribuan sudah jadi.
2. Dengan pesawat radio penerima AM gelombang MW. Hidupkan radio pada gelombang AM yang kosong, dekatkan remote pada antena. Jika salah satu tombol ditekan maka akan terdengar suara "ngeter" dari pesawat radio.
3. Dengan camera HP. Arahkan remote control pada camera HP, saat tombol ditekan maka sinar infra red dari remote akan tertangkap oleh camera HP sebagai cahaya putih.

Schema sensor remote sederhana :


Cara memperbaiki remote control yang rusak:
1. Buka cover remote dengan hati-hati
2. Periksa pcb, mungkin kotor atau karatan. Coba bersihkan dahulu dengan kain dan alkohol atau contact cleaner.
3. Periksa key pad dan rubber key pad, mungkin kotor.
4. Periksa solderan dan jalur pcb, mungkin ada yang retak.
5. Periksa apakah supply 3 volt sudah masuk ic

6. Cek tegangan pada kaki kristal osilator. Colokan avometer yang hitam ke kutub batery yang negatif, dan colokan merah avometer ke kaki kristal. Tekan salah satu key pad remote, saat key pad ditekan pada kaki kristal harus terbaca tegangan sekitar 1 sampai 1,5 volt. Bila tegangan tidak ada coba pastikan dulu apakah saat key pad ditekan sudah benar-benar contact dengan benar pada pcbnya. Bila tegangan tetap tidak ada, cek dahulu dioda serta transistor apakah short. Bila dioda dan transistor normal maka dapat dipastikan ic rusak. Bila ic rusak maka harus beli remote baru, karena pergantian ic tidak memungkinkan sebab biasanya ic menyatu dengan pcb lagipula sparepartnya pun pasti tidak ada.

7. Bila ic masih ok (pada kaki kristal ada tegangan), selanjutnya kita periksa dioda infra red. Cek dioda infra red seperti halnya memeriksa dioda biasa. Bila dari pemeriksaan menunjukkan masih bagus, kita yakinkan sekali lagi dengan memeriksa dioda dengan mengarahkan pada camera hp. Dengan dioda mengarah pada camera hp, sentuhkan probe avometer pada kaki-kaki dioda secara bolak-balik. Bila dioda masih bagus maka hasilnya salah satunya sinar infra red dari dioda akan tertangkap oleh camera hp. Camera hp akan menangkap sebagai cahaya putih yang terang, bila cahaya yang tertangkap redup atau tidak ada cahaya maka dapat dipastikan dioda sudah tidak normal dan harus diganti.

8. Dioda dicek sudah ok, tapi remote belum berfungsi selanjutnya kita periksa cristal osilatornya. Cristal osilator dapat kita cek dengan menggunakan cristal tester, tapi bila tidak ada cristal tester sebaiknya langsung kita ganti saja dengan yang baru yang tentunya kita harus yakin 100% masih bagus.

9. Sampai disini bila remote belum berfungsi, coba periksa transistornya apakah masih normal. Meskipun dari pengalaman transistor ini jarang rusak.

10. Bila dari pemeriksaan sejauh ini, tentunya diharapkan remote control sudah dapat berfungsi secara normal. Bila belum berhasil coba periksa lagi dari awal mungkin masih ada yang terlewatkan. Dan bila belum berhasil juga terpaksa kita harus mengambil kesimpulan bahwa ic rusak, dan harus beli remote yang baru.

Schema crystal tester yang dapat dibuat sendiri :
(transistor dapat diganti dengan transistor NPN yang lain, penguatan frekwensi makin tinggi semakin baik).

Semoga bermanfaat.

6 Maret 2010

Buat copy eeprom dengan poniprog

Dalam dunia perbaikan TV, kadang terjadi kerusakan yang disebabkan IC eeprom corrupt alias rusak. Pada model tv sekarang yang sudah pakai teknologi I2C bus, pergantian IC eeprom harus dengan IC eeprom yang sudah terisi datanya (tidak bisa diganti dengan eeprom kosongan).

Karenanya, sebagai teknisi servis TV perlu punya alat untuk copy eeprom. Disini akan kami ulas cara buat alat copy eeprom sederhana namun dengan kemampuan yang tidak mengecewakan. Eeprom tv, umumnya adalah tipe 24Cxx, untuk itu alat copy eeprom ini dikhusukan untuk tipe tersebut. Namun apabila dikembangkan lebih lanjut dapat juga dipakai untuk tipe eeprom lainnya.

Schematic copy eeprom adalah sbb:


Catatan tambahan :
1. Tr BC337 dapat diganti dengan C1815
2. PC paralel port pada gambar dilihat dari colokan DB25male (bukan dari board PC)
3. Supply external 5 volt dapat diambilkan dari colokan USB
4. Dapat ditambahkan led dan R 390ohm pada supply 5 volt sebagai led indikator

Software poniprog dapat didownload secara gratis dan full dari situs resminya www.lancos.com klik disini

Atau langsung klik disini untuk download poniprog versi 2000 (windows versi)

Setelah hasil download diextrak dan diinstal ke PC, program poniprog siap dijalankan.
Berikut screen shotnya:


Sebelum dipakai membaca eeprom, kita setup dan kalibrasi. Klik menu "setup", lalu "interface setup", setingan sesuai screen shot di bawah:


Lalu klik ok. Selanjutnya untuk kalibrasi, klik menu "setup" lalu "calibration" selanjutnya klik "yes".

Dengan software ini kita bisa melakukan beberapa hal:
1. Mengcopy data eeprom dan menyimpan ke dalam file komputer
2. Meload data eeprom dari PC (baik dalam format: e2p, eep, bin, hex, mot, csm)
3. Menuliskan data eeprom ke IC eeprom
4. Memformat IC eeprom (mengisi data eeprom dengan data kosong)

Berikut screen shot lagi, program poniprog membaca data eeprom dari file yang tersimpan di PC:


Semoga bermanfaat.

0 comments:

DesignTemplate By : KBG KolomBlogGRATIS.blogspot.com